Sylvia's Journey
  • Home
  • Sylvia?
  • Traveling
    • Jawa Barat
    • Daerah Istimewa Jogjakarta
    • Jawa Tengah
    • Kuliner
    • Museum
  • Budgeting
    • Belajar Budgeting
    • Budgeting With Me
    • Evaluasi Keuangan Bulanan
    • Tabungan
    • Category 5
  • Thoughts
    • Curhat Kehidupan
    • Curhat Percintaan
    • Curhat Perkucingan
    • Curhat Keuangan
    • Curhat Autoimun
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Assalamualaikum
Bandung, 3 Desember 2019

Aku yang 'blend and stick with nature' selalu bilang ke suamik "pengen ke cukul." Dan bakalan selalu bilang gitu kalau keinginan aku itu belum terpenuhi wkwk. Tapi cuma keinginan-keinginan simple kok, bukan yang berat & mahal kayak beliin iPhone yang kameranya ada 3 itu wkwk.

Mungkin karena suamik udah lelah juga dengan aku yang selalu 'ngerengek' pengen ke cukul akhirnya kita kesana juga, yeaaay!

Tanggal 9 Nopember kemarin kita berangkat juga!


Sesuai dengan namanya. 
Sunrise Point Cukul, yang berarti lokasi ini adalah tempat yang untuk nonton sunrise serta keindahan lainnya di Cukul, kita bangun jam 2:45am siap siap sampai jam 3:30am dan mulai berangkat di jam 3:50am. Iya, terlalu siang untuk menempuh kurang lebih 1 jam 50 menit dengan jarak 66km. Lumayan jauh. Ya, jauh.

Selama 1 jam 50 menit perjalanan, kita istirahat beberapa kali untuk ngerenggangin(?) otot badan yang pegel-pegel dan ngangetin badan dengan minum teh tarik yang udah diseduh dirumah.

Selama perjalanan juga aku dan suamik selalu cerita banyak hal. Dari hal-hal besar, sampai pertanyaan sepele yang nggak penting sambil nikmatin perjalanan & pemandangan yang makin lama makin cucok. Hahaha.


Jam udah nunjukin waktu 5 am tapi kita masih belum sampai ke Cukul. Udah hopeless bisa lihat sunrise disana karena waktu itu kayaknya matahari udah terbit. Kita kesiangan pemirsa, gagal lah niat pengen lihat sunrise dari atas Cukul.

Di jam ke 5 pagi lebih menit kita akhirnya sampai di jalan menuju Cukul. Dan, jalannya masih kurang bagus. Jalan bebatuan menghiasi sepanjang jalan menuju ke Sunrise Point Cukul ini. Aku sampai harus turun dari motor, dan milih buat jalan, karena khawatir jatuh.

Setelah sampai ke tempat parkir kendaraan, aku dan suamik langsung menuju ke tempat pembelian tiket.

Tiket untuk masuk ke Sunrise Point Cukul ini cuma Rp 10.000,-/person aja. Dan kalian udah bisa nikmatin semua pemandangan Cukul dari ujung ke ujung.

Sesampainya disana udara bener bener seger banget!!! Aku nggak tau suhu disana berapa derajat, tapi bener bener dingin sampai idung meler, telapak tangan suamik sampai berubah jadi ungu.

Di Sunrise Point Cukul ini banyak banget spot foto yang bakalan nunjang kegiatan swafoto kalian. 

Ini beberapa foto yang aku ambil di tanggal 9 Nopember kemarin.






Oh ya, Sunrise Point Cukul ini lokasinya deket banget sama Situ Cukul. Aku bahkan nggak tau kalau itu situ karena airnya sedikit banget. Mungkin karena lagi musim kemarau.


Ternyata Situ Cukul ini deket banget sama parkiran di Sunrise Point Cukul loh. Aku sama suamik sempet searching di maps dimana sih Situ Cukul itu. Dan ternyata tempat yang lagi jadi background foto diatas adalah Situ Cukul!

Indah banget loh Situ Cukul ini, walaupun airnya lagi surut, atau sedikit ya? Dideket situ ada satu villa yang cantik banget. Juga dikelilingi dengan kebun teh. 



Kita foto-foto sampai puas hahah, lanjut jalan lagi sampai ngerasa cukup deh kayaknya? Ayok kita pulang.

Di perjalanan pulang kita sempet mampir ke pasar didaerah sana buat makan bakso. Dan baksonya enaaaaaak banget!!! Nggak ngerti lagi wkwk.

Kita juga mampir di salah satu pusat oleh-oleh di daerah Pangalengan. Dan beli 1 bungkus kerupuk susu dan 2 box kue pia. 

Sekian cerita tentang Cuku, sunrise, telat, dingin, indah, pegunungan, perbukitan, segar, bakso, dan kue pia. 

See you on another traveling stories!

Love, 

Sylvia 



 

Assalamualaikum
Bandung, 23 Nopember 2019

Yang ku tunggu tunggu akhirnya datang! Setelah 12 hari menunggu, surat dengan prangko kue semprit datang juga dengan aman dan selamat!


Sebelumnya, aku bertukar pesan di Facebook dengan sahabat pena pertamaku ini. Kita bertukar alamat. Dan dia yang akan kirim surat pertama untuk memulai.

Di surat pertamanya, Taeyang (nama panggilannya) tulis beberapa hal kayak: Taeyang berumur 19 tahun dan tinggal di Singapur. Hobi, mimpi-mimpi dan beberapa hal menarik dari diri dia.

Dia juga bilang kalau dia "have a memory of goldfish" yang mungkin kalau diartiin dia agak pelupa. Sama kayak aku ini wkwk.

Dia cerita kalau dia punya beberapa phobia, dan salah satunya phobia terhadap kucing! Iya, kucing. Salah satu hal yang paling aku sukak. Dia bilang dia lebih takut sama kucing daripada hantu. Aku sih, sebaliknya wkwk.

Beberapa hari lalu udah aku balas juga surat dari Taeyang. Dan semoga sampai dengan aman tanpa kurang suatu apapun(?) Karena aku masukin beberapa hal kayak di foto ini:

S P O I L E R  A L E R T !!!

surat, stickers, permen nano nano wkwk, sticky notes, sebuah kartu sama beberapa motivation gitu

Agak sedikit pesimis surat bakalan sampai atau engga:") karena pas kirim surat ke kantor pos kesorean dan si surat nggak di cap. Petugasnya malah bilang ke petugas yang lain "bawa aja terus nanti titip & cap di kantor pos Cimahi atau Bandung." :"""")

Piye? Tapi semoga aman aman aja yaaaaaaa aamiin.

Oh ya, envelope a.k.a amplopnya aku buat sendiri loh. hashtagoverproud lol merasa bangga karena aku yang kedul ini berhasil buat yang beginian. Wkwkw. 


cantik tak?

Sekian cerita dari surat pertama ini. Next ada surat dari pen pal dengan bunga mawar yang cantik dari Turki. Iya, Turki!!!💙

Love,

Sylvia


Assalamualaikum
Bandung, 23 Nopember 2019

Dua hari yang lalu tepatnya tanggal 21 Nopember, kedatangan 1 postcard dengan gambar Cherry Blossom saat spring tahun 2017 di Nagoya, Jepang.

How beautiful🌸


Ditambah dengan isi berita dari postcard itu sendiri yang menarik. Juga tulisan tangannya yang bener-bener cantik banget, bikin aku tambah happy dengan kedatangan si Cherry Blossom ini.


Dengan prangko Bandar Udara Rembele terbitan tahun 2018 yang nominalnya menurut aku terlalu besar yaitu Rp. 5,000,- juga dengan stempel cap dari Ponogoro tanggal 13 Nopember 2019. ✉


Terimakasih mbak Yuni🌸

Love,

Sylvia
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • Kenalan Yuk dengan iPusnas!
  • Sebuah Pesan Dari Masa Lalu
  • Hari Pertama di Tahun Ke 23
  • Gowes Sepeda Air di Situ Patenggang
  • Journey to: Subang

ABOUT SYLVIA




 

Seorang wanita, cielah wanita. Yang sekarang menjadi seorang istri. Seseorang yang masih jadi pemimpi dari sebuah kampung di Bandung. Suka akan wewangian bayi dan susu putih. Bermimpi bisa menginjakan kakinya di tanah Paman Sam, menjadi seorang traveller keliling dunia walau tampaknya sulit karena untuk ngekost pun tidak diperbolehkan mamake dan bapake. Tapi itu dulu, sekarang alhamdulillah udah tinggal berdua sama suami. Yang selalu berangan yang menguasai banyak bahasa walau tampaknya sulit karena buku belajar bahasa mandarin yang dibelikan papa pun sudah usang tak terpakai. Seorang pemimpi yang ingin mimpi-mimpinya jadi nyata walaupun kenyataannya bangun pagi pun mesti pakai alarm. Nulis apapun yang mau ditulis. Seringnya nulis sesuatu yang weird dan nggak di mengerti orang. Enjoy!

SUBSCRIBE & FOLLOW

Categories

  • Books 5
  • Cha 1
  • Challenge 44
  • Correspondence 21
  • DIY 2
  • Foods 6
  • Jawa Barat 14
  • Kehidupan 32
  • Movie 1
  • Museum 2
  • Percintaan 10
  • Perkucingan 1
  • Thoughts 105
  • Traveling 1
  • Travelling 8
  • Writing 46

Advertisement

Sylvia Nabilasari Saragih . Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Blog Archive

  • 2023 (1)
    • Januari (1)
      • Life Update: Setengah Kehidupan di 2022 (Lagi)
  • 2022 (2)
    • Mei (2)
  • 2021 (1)
    • Oktober (1)
  • 2020 (57)
    • Juni (1)
    • April (4)
    • Maret (3)
    • Februari (14)
    • Januari (35)
  • 2019 (41)
    • Desember (14)
    • November (10)
    • Oktober (4)
    • September (2)
    • Agustus (1)
    • Juli (3)
    • Juni (5)
    • Mei (1)
    • Januari (1)
  • 2018 (15)
    • Oktober (3)
    • Juli (2)
    • Juni (2)
    • Mei (3)
    • April (4)
    • Februari (1)
  • 2017 (13)
    • November (1)
    • Oktober (1)
    • September (7)
    • April (2)
    • Februari (2)
  • 2016 (5)
    • November (2)
    • Maret (1)
    • Februari (2)
  • 2015 (7)
    • November (3)
    • Oktober (4)
  • 2014 (4)
    • Maret (2)
    • Februari (2)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates