Sylvia's Journey
  • Home
  • Sylvia?
  • Traveling
    • Jawa Barat
    • Daerah Istimewa Jogjakarta
    • Jawa Tengah
    • Kuliner
    • Museum
  • Budgeting
    • Belajar Budgeting
    • Budgeting With Me
    • Evaluasi Keuangan Bulanan
    • Tabungan
    • Category 5
  • Thoughts
    • Curhat Kehidupan
    • Curhat Percintaan
    • Curhat Perkucingan
    • Curhat Keuangan
    • Curhat Autoimun
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Assalamualaikum

Kali ini mau nulis sesuatu. Lagi sedih. Huhuhu.

Entah gimana, tapi kok gini ya?

Aku yang salah atau aku yang salah? Hehe. Seems there's no option right? Salah atau salah.

Entah kenapa, kok sakit banget ya?

Rasanya apa yang aku lakukan itu sudah benar. Tapi dimata oranglain masih saja salah.

Entah harus seperti apa, salah lagi kan?

Hehehe. Memang benar ternyata. Apa yang terkadang menurut orang sepele. Itu bisa berarti banyak buat saya. Yasudah.

Entah gimana lagi, capek sih sebenernya?!

Capek rasanya. Hehehe.

Katanya lagi sedih, kok banyak hehehe sih mbak?

Iya ketawa getir gitu. Ngerti kan?

Saking sakitnya?

Engga, saking bingung nya mesti gimana lagi.

Jadi itu entah tulisan apa. Cuma mau nuangin aja sesuatu yang ngeganjel dalam diri ini. Sedih juga masih banyak ngeluh. Pengen cerita banyak. Tapi sama siapalagi kalau bukan Allah.

Sedih yaampun. Bodo amat walaupun lebay atau alay.

Karena bahagia aku yang rasain, sedihpun begitu.

Complicated rasanya bung.

And you've never know that.

Sad me,

Sylvia

Assalamualaikum.

Dipagi hari ini mau sedikit cerita mengenai pernikahan aku dan suami yang bener bener dan beneran mepet waktunya. Cuma 1,5 bulan dan alhamdulillah semua lancar dan sekarang udah sah *witwiw

Jadi sebenernya aku dan suami udah tunangan April tanggal 9 tahun 2017 lalu. Dan kita sama sekali belum tau bakalan kapan nikahnya hahaha. Aneh sih tapi emang gitulah. We just learning to follow the river.

Jadi selama tunangan itu kita berdua mencoba jadi orang yang hemat. Walaupun... Ga bisa. Hahaha.

Udah coba lah ya, hemat jajan, hemat main, hemat makan. Tapi tetep aja duit ga nambah banyak. Nambahnya dikit banget wkwk.

Dan selama tunangan itu kita berdua samasekali nggak tau atau nggak punya rencana kapan nikah. Tunangan ya tunangan aja gitu.

Di akhir November, ternyata aku dan yang waktu itu masih calon suami mulai sadar waktu makin mepet ke 1 tahunnya tunangan kita berdua. Kenapa mepet? Karena kita berdua pengennya sebelum 1 tahun tunangan aku sama dia udah married.

Mulailah akhir November itu kita berencana. Obrolin sama ortu dan keluarga. Banyak banget goncangan sana sini, mulai dari ortu aku sendiri, keluarganya suami, bahkan dari kita berdua juga banyak.

Makanya suami sering bilang waktu itu kalau aku dan dia harus bisa lewatin masalah masalah menjelang pernikahan. Karena banyak pasangan yang gagal menikah ya karena itu, nggak bisa survive bareng bareng.

Rencananya kita bakalan ngadain pernikahan (akad & resepsi) itu bulan April. Tapi karena keluarga aku dan suami masih pake tradisi itung itungan tanggal pernikahan, yang tadinya rencana April itu  berubah jadi Maret. Karena sesepuh keluargaku bilang April itu bulan larangan.

Tau nggak? Itung itungan itu dilakuin hari Minggu tanggal 14 Januari. Sekitaran 1,5bulan lagi sebelum hari H. Bayangkan permisaaah.

Dengan kekuatan super, semua macam persiapan dilakuin dengan serba mepet.

Adegan ini dilakukan oleh ahlinya ya temen temen. Hahah.

Alhamdulillah Maha Besar Allah SWT. Minggu siang aku dan suami langsung otw ke rumah WOnya. Alhamdulillah cocok semuanya, gaunnya ada (ini yang paling aku khawatirin karena u-know-what), budget sesuai banget (alhamdulillah rezeki anak shalehah, dapet wo murah tapi bagus dan lengkap), dan cocok lah segala sesuatunya. Langsung deal.

Persiapin undangan pernikahan, undangan elektronik, souvenir, seserahan, kue dan segala macemnya serba mepet. Tapi alhamdulillah, emang bener kata orang niat baik mah pasti Allah mudahin. Lancar jaya aman sejahtera semuanya.

Alhamdulillah lagi, banyak banget keluarga dan temen yang bantu ikut ambil adil buat kelancaran pernikahan nanti.

Berikut mereka yang super duper help me a lot:

Ovi aka Ira Novita udah buatin tulisan buat acara pre-wedding. Beautiful writings!

Novia aka Emak Peri udah buatin denah lokasi, dicetak pula ah, terbaiks!

A Yoan dan teh Danis udah jadi photographer nya aku dan suami buat pre-wedding terus hasil cetakan foto fotonya jadi hadiah buat pernikahan aku dan suami. Unch❤

Obon aka Rani Obooon tukang makeup memet terimoet aku, makeupin aku buat pre-wedding.

Ah dan banyak lagi yang ga bisa disebutin satu satu.

Support orangtua, keluarga, sahabat2 juga. Terbaik!

Sampai hari inipun masih nggak nyangka udah jadi seorang istri. Udah nikah. Sama sekali nggak nyangka. Alhamdulillah ya Allah❤

Kalau diceritain jelasnya, panjang banget. Ini sedikit cerita aja tentang 1,5bln persiapan yang emang nggak jelas jelas banget hahaha.

Yang bisa aku ambil dari pengalaman aku sendiri itu, jika Allah sudah berkehendak. Apapun bisa. Kun fa yakun.

Untuk kalian yang belum nikah, segerakan karena setelah nikah itu nikmat. Segala macemnya jadi pahala. Yang dulunya pas pacaran dilakuin dosa. Sekarang jadi pahala.

Kebatasan dana? Kalian pasti nggak akan nyangka, kalau akupun sama. Alhamdulillah, semua didanain dari uang aku dan suami. Alhamdulillah orangtua tau duduk di samping pelaminan nemenin aku dan suami aja. Alhamdulillah nggak mesti pinjem uang sana sini. Alhamdulillah niat baik selalu dipermudah sama Allah.

Intinya selalu percaya kalau niat baik pasti dimudahin sama Allah. Ikhtiar dan berdoa. Inget, kalau Allah itu pemilik semuanya. Minta ke Allah. Yukkkk segerakan SAH.

Happy me,

Sylvia


Assalamualaikum

30 Maret 2018. 08:12 am.


Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Its been 3 weeks and 5 days. Aku menjadi seorang istri.
4 Maret 2018 lalu, seseorang yang telah menjadi sahabat, menjadi kakak, menjadi ayah, mengucapkan kalimat-kalimat dimana ia menerima semuanya tentang aku. Diriku, sifatku, perilakuku, keluargaku. 

Jantungku yang berdegup kencang saat itu. Seketika copot dari urat sarafnya. Ketika dalam satu tarikan nafasnya dia berhasil. Ya, berhasil meminangku. Sah secara agama & negara.

Ku menyalami dirinya. Ciri bahwa aku akan patuh, aku akan hormat. Dengan ucapan bismillah dia mulai berdoa sembari meniup ubun ubun kepalaku mengucap doa terbaik.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allaahumma innii as-aluka khayraha wa khayra maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

Saat itu pula aku sadar, bahwa aku menjadi seorang jstri. Seseorang yang akan terus menjadi seseorang yang dia lihat pertama kali ketika membuka mata di pagi hari. Menjadi seseorang yang dia lihat terakhir kali ketika akan memejamkan mata, merangkai mimpi mimpi indah di kepalanya.

Hari itu dilalui dengan banyak kebahagiaan alhamdulillah. 

Keluarga, sahabat dan teman datang turut memberikan rasa bahagia mereka akan kita. 

Terimakasih. Karena selalu memberikan bukti bukti nyata akan semua ucapanmu.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati, memberkahi keluarga kecil kita. Amin ya Allah.


With love,


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • January: Day 23 Writing Challenge - A Letter to Someone
  • Hari Pertama di Tahun Ke 23
  • Incomings di Awal Tahun 2020
  • January: Day 2 Writing Challenge - Something that Someone Told About Yourself that You Never Forget
  • 10 Tips Yang Harus Kamu Tahu Sebelum Datang Ke Big Bad Wolf

ABOUT SYLVIA




 

Seorang wanita, cielah wanita. Yang sekarang menjadi seorang istri. Seseorang yang masih jadi pemimpi dari sebuah kampung di Bandung. Suka akan wewangian bayi dan susu putih. Bermimpi bisa menginjakan kakinya di tanah Paman Sam, menjadi seorang traveller keliling dunia walau tampaknya sulit karena untuk ngekost pun tidak diperbolehkan mamake dan bapake. Tapi itu dulu, sekarang alhamdulillah udah tinggal berdua sama suami. Yang selalu berangan yang menguasai banyak bahasa walau tampaknya sulit karena buku belajar bahasa mandarin yang dibelikan papa pun sudah usang tak terpakai. Seorang pemimpi yang ingin mimpi-mimpinya jadi nyata walaupun kenyataannya bangun pagi pun mesti pakai alarm. Nulis apapun yang mau ditulis. Seringnya nulis sesuatu yang weird dan nggak di mengerti orang. Enjoy!

SUBSCRIBE & FOLLOW

Categories

  • Books 5
  • Cha 1
  • Challenge 44
  • Correspondence 21
  • DIY 2
  • Foods 6
  • Jawa Barat 14
  • Kehidupan 32
  • Movie 1
  • Museum 2
  • Percintaan 10
  • Perkucingan 1
  • Thoughts 105
  • Traveling 1
  • Travelling 8
  • Writing 46

Advertisement

Sylvia Nabilasari Saragih . Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Blog Archive

  • 2023 (1)
    • Januari (1)
      • Life Update: Setengah Kehidupan di 2022 (Lagi)
  • 2022 (2)
    • Mei (2)
  • 2021 (1)
    • Oktober (1)
  • 2020 (57)
    • Juni (1)
    • April (4)
    • Maret (3)
    • Februari (14)
    • Januari (35)
  • 2019 (41)
    • Desember (14)
    • November (10)
    • Oktober (4)
    • September (2)
    • Agustus (1)
    • Juli (3)
    • Juni (5)
    • Mei (1)
    • Januari (1)
  • 2018 (15)
    • Oktober (3)
    • Juli (2)
    • Juni (2)
    • Mei (3)
    • April (4)
    • Februari (1)
  • 2017 (13)
    • November (1)
    • Oktober (1)
    • September (7)
    • April (2)
    • Februari (2)
  • 2016 (5)
    • November (2)
    • Maret (1)
    • Februari (2)
  • 2015 (7)
    • November (3)
    • Oktober (4)
  • 2014 (4)
    • Maret (2)
    • Februari (2)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates