Sunday, March 22, 2020

Belajar Menulis Kartu Pos di Panti Asuhan & Ponpes Ulul Albab

Assalamualaikum
Bandung, 22 Maret 2020


Seberapa banyak dari kalian yang masih mengirim kartu pos untuk bertukar berita/pesan? Seberapa banyak dari kalian yang tau apa itu kartu pos dan prangko tapi tidak pernah menerima/mengirim? Seberapa banyak dari kalian yang bahkan hanya pernah dengar tapi tidak tahu apa itu kartu pos dan prangko?

Ternyata banyak banget ya, orang yang bahkan belum pernah dengar kartu pos & prangko. Dan biasanya, mereka adalah anak-anak.

Di tanggal 22 Februari 2020 kemarin, aku dan beberapa teman lain dari Komunitas Postcrossing Indonesia menjadi salah satu tamu yang diajak berkolaborasi untuk mengunjungi dan mengenalkan kartu pos, prangko dan Postcrossing kepada adik-adik di Panti Asuhan & Ponpes Ulul Albab di Bandung.


Di hari tersebut juga adalah pertama kalinya aku bertemu dengan teman-teman dari Komunitas Postcrossing Indonesia.

Dan aku benar-benar beruntung banget bisa join acara hari itu. Ini pertama kalinya aku berkunjung ke panti asuhan.

Sebelumnya kita berkumpul dan briefing di Philately Corner di Kantor Pos Banda, setelah itu kita meluncur ke Panti Asuhan & Ponpes Ulul Albab.

Sesaat setelah sampai, aku disuguhkan dengan pemandangan yang bikin hati ini sakit. Tapi ya aku mencoba buat nahan nangis, karena disana banyak anak-anak kecil. I don't wanna be that sad person when I'm with them.

Anak pertama yang nanya ke aku, namanya Fahrul. Saat ditanya Fahrul darimana (domisili), jawaban Fahrul  "Aceh" seketika aku ber 'wow' ria.

Aku yang gampang nangis ini, makin terenyuh pas lihat ada beberapa adik-adik disana yang bajunya kusam & lusuh. But, I have to stay strong.

Sebelum acara dimulai, aku dan teman-teman dari KPI mulai mempersiapkan beberapa barang yang bakalan kita share sama adik-adik disana.

Souvenir sisa acara yang terbawa sampai kerumah. Hm.

Ada gantungan kunci berbentuk, tatakan gelas, pulpen untuk menulis kartu pos, kartu pos, dan aku sendiri membawa jurnal untuk menulis biodata adik-adik disana.

Acara dimulai dengan penyambutan dari pimpinan Panti Asuhan & Ponpes, dilanjutkan dengan perkenalan apa itu kartu pos, prangko dan Komunitas Postcrossing Indonesia oleh Teh Iin. Teh Iin itu salah satu postcrosser di Bandung yang udah terkenal banget sama dekor surat/kartu posnya yang lucu-lucu banget.

Dan benar ternyata, saat Teh Iin tanya adik-adik disana, hampir semuanya belum tahu apa itu kegunaan kartu pos dan prangko. Hari itu juga, pertama kalinya mereka akan menulis kartu pos.

Sesaat setelah Teh Iin selesai memperkenalkan kartu pos, prangko dan KPI, mataku mulai menjelajah mencari adik-adik yang sekiranya bakalan jadi tempat aku untuk berlabuh mengajarkan menulis kartu pos.

Mataku berhenti di segerombolan anak-anak perempuan. Dan aku seketika langsung ber 'haiiiiii' ria. Dan mereka sambut aku dengan 'haiiiiiiiiii' yang nggak kalah rame.

Sri, Anfal, Refi, Amelia, dan Syifa. Itu nama-nama mereka. Umur mereka itu dari 12 sampai dengan 15 tahun. Syifa yang paling muda berumur 12 tahun dan Amelia yang paling tua, berumur 15 tahun. 

Syifa, Refi dan Amelia

Sebelum acara menulis kartu pos dimulai, Sri & Anfal dipanggil oleh ibuk pimpinan Ponpes dan ternyata nggak kembali lagi sampai acara selesai. Sayang banget, padahal ini kesempatan emas buat adik-adik melebarkan pengetahuan tentang kartu pos & prangko, kan.

Selama acara, aku ditemani 2 teman juga dari Kantor Pos. Jadi kami berjumlah 6 orang.

Seru juga ngadepin adik-adik kayak mereka, ada yang nanya terus alias bawel, ada yang pendiem juga. 


Jadi pengalaman baru yang nggak akan pernah terlupakan. 

Selesai acara, aku dan teman-teman Komunitas Postcrossing Indonesia berkumpul di The Panasdalam untuk makan siang dan mengurus beberapa hal. Dan tentu, kita wefie.

Dari kanan (Teh Iin, Teh Riil, aku, Teh Lia, dan Teh Mutiara)

Semoga aku bisa kunjungi Syifa, Refi, Amelia dan adik-adik lainnya di hari lain. Aamiin.


Love,

Sylvia

0 Comments: